Peranan Statistik Bagi Lembaga Bisnis

Posted on 19 April 2010

2


Abstrak :

Bagi lembaga bisnis, statistik merupakan bagian yang sangat  penting. Setiap kegiatan perusahaan terutama yang menyangkut kegiatan manajemen seperti perencanaan selalu menggunakan data statistik sebagai acuan dalam membuat keputusan. Demikian pula untuk menganalisa atau mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan juga dibutuhkan data statistik.

Kata kunci : data, statistik, lembaga bisnis, manajemen

Pendahuluan

Statistik dewasa ini merupakan suatu hal yang tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Statistik yang dulunya  diketahui masyarakat hanya untuk sensus penduduk, kini, sudah banyak digunakan oleh berbagai kalangan mulai dari pemerintah. pihak swasta, maupun masyarakat umum dan dipakai dalam berbagai bidang. Salah satu bidang yang memanfaatkan statistik adalah manajemen yang dilakukan oleh lembaga bisnis seperti perusahaan.

Agar suatu lembaga bisnis dapat tumbuh, berkembang, atau paling tidak dapat bertahan hidup (survive), perusahaan tersebut harus mampu menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, harga lebih murah,dan  pelayanan yang lebih baik serta lebih cepat dari perusahaan lainnya. Semua ini dilakukan dalam upaya memberikan kepuasaan kepada para konsumen. Konsumen yang puas akan membeli berkali-kali, mengajak orang lain untuk membeli,  bercerita tentang hal yang bagus mengenai produk atau perusahaan yang menghasilkan produk. Bila hal ini terjadi, maka volume penjualan akan meningkat dan pada akhirnya keuntungan perusahaan akan meningkat. Untuk bisa mencapai tujuan tersebut maka manejer perusahaan harus bisa mengetahui segala informasi yang berkaitan dengan peruasahaanya baik yang bersifat intern maupun ekstern.

Pembahasan

Dalam kehidupan modern sekarang ini, statistik tidak diragukan lagi peranannya terutama bagi lembaga bisnis seperti perusahaan. Statistik yang dulu hanya dikenal masyarakat sbagai sensus penduduk tapi kini sudah banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Statistik memiliki banyak definisi dan deskripsi yang berbeda-beda dari para ahli, namun intinya sebenarnya sama antara satu dengan yang lainnya. Menurut J.Supranto,

Statistik adalah suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data serta cara pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil penelitian yang tidak menyeluruh (sampel).[1]

Sementara itu, menurut. Sudjana, “Statistik adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan, penganalisian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisian yang dilakukan.”[2] Berdasarkan pendapat dua ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa Statistik merupakan bagian dari matematika yang khusus mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu pengumpulan, pengolahan penganalisian, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka-angka.

Menurut webster’s new world dictionary, data berarti sesuatu yang diketahui atau dianggap.[3] Dengan demikian data dapat memberikan gambaran tentang sesuatu keadaan atau persoalan, misalnya untuk memperoleh gambaran tentang produksi barang yang dihasilkan oleh perusahaan. Dengan data tersebut maka kemampuan perusahaan bisa ketahui.

Menurut teori manajemen, setiap usaha yang dilakukan oleh lembaga bisnis untuk mencapai suatu tujuan harus melalui tahap perencanaan.[4] Karena perencanaan berkaitan dengan masa yang akan datang, maka kemungkinan hal-hal yang sudah ditentukan dalam perencanaan itu pelaksanaannya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Hal ini disebabkkan karena adanya unsur ketidakpastian. Oleh karena itu, perlu dilakukan kontrol (pengawasan) dalam pelaksanaan suatu perencanaan. Mengontrol pada dasarnya adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kesalahan pelaksanaan suatu perencanaan. Jika diketahui terdapat kesalahan maka akan dilakukan tindakan pengoreksian serta pengeveluasian sehingga output yang dihasilkan akan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Di sinilah letak peranan statistik untuk keperluan menajemen yang dilakukan oleh lembaga-lembaga bisnis, yaitu sebagai perumusan perencanaan, alat kontrol, dan dasar evaluasi hasil kerja. Data diperlukan dalam proses perencanan agar apa yang direncanakan sesuai dengan kemampuan yang ada. Suatu perencanaan yang tidak sesuai dengan kemampuan yang ada merupakan perencanaan yang sukar dilaksanakan. Data hasil ramalan akan memberikan gambaran mengenai sesuatu di masa yang akan dating termasuk gambaran tentang kemampuan. Misalnya, perencanaan produksi harus selalu disesuaikan dengan kemampuan menjual yang dicerminkan dengan ramalan penjualan, perencanaan daerah pemasaran harus disesuaikan dengan daya beli masyarakat setempat yang tercermin dalam ramalan daya beli.

Dengan statistik, rencana dan ramalan dapat dibuat sebaik mungkin. Hal ini disebabkan karena statistk dengan analisis korelasinya akan mempertimbangkan seberapa besar hubungan antara masing-masing variabel yang akan diramalkan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Disamping itu, dengan statistik perubahan yang akan terjadi dapat diatasi sedini mungkin. Para manejer juga dapat mengambil keputusan yang lebih baik dengan data statistik karena gambaran tentang kemampuan perusahaan bisa diketahui trendnya.[5]

Data statistik dapat digunakan Untuk mengetahui besarnya produksi yang dihasilkan oleh perusahaan, jumlah penjualan, persentase barang yang laku dan barang yang tidak laku, lama waktu yang diperlukan untuk mengerahkan produk, frekuensi pembeli membeli produk, serta tingkat kepuasaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Data statistik tersebut sangat diperlukan oleh pimpinan peruasahaan atau para manajer dalam membuat suatu keputusan.

Tidak semua data bisa dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan oleh manejer perusahaan karena data itu sendiri memiliki syarat-syarat tertentu untuk dapat dikatakan sebagai data yang baik dan layak untuk dijadikan dasar dalam analisis statistik nantinya. Data yang salah apabila digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan maka keputusan yang diambil juga akan salah. Menurut J. Supranto ada 5 syarat yang harus dipenuhi oleh suatu data agar bisa dikatakan sebagai data yang baik, yaitu obyektif, representative (mewakili), kesalahan baku (standar baku) kecil, tepat waktu (up to date), dan relevan.[6]

Penutup

Segala kegiatan perusahaan tidak lepas dari peranan ilmu statistik. Ada dua kegunaan data bagi lembaga bisnis (perusahaan) yaitu untuk mengetahui (memperoleh gambaran) tentang suatu keadaan atau permasalahan yang dihadapi perusahaan dan untuk memecahkan masalah atau membuat keputusan. Statistik digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan data yang benar-benar berkualitas sehingga output yang dihasilkan dari pengolahan data tersebut juga merupakan output yang berkualitas. Dengan statistik kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam perencanaan bisa diminimalisir karena dalam analisisnya faktor-faktor yang mempengaruhinya telah dipertimbangkan. Untuk mendapatkan perencanaan dengan tingkat kesalahan (standar error) yang kecil maka data yang dikumpulkan harus memenuhi 5 syarat yakni obyektif, representative (mewakili), kesalahan baku (standar baku) kecil, tepat waktu (up to date), dan relevan.

Daftar Pustaka

Dajan, Anto. 1995. Pengantar Metode Statistik Jilid 1. Jakarta: LP3ES.

Hasan, M.Ikbal. 1998.Pokok-Pokok Materi statistk. Jakarta: Bumi Aksara.

Mcleod Jr, Raymond. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: PT.Indeks.

Supranto, Johanes. 2000. Statistik Teori dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga.


[1] J. Supranto, Statistik Teori dan Aplikasi (Jakarta: Erlangga, 2000), hlm. 11

[2] Ir.M.Iqbal Hasan,Pokok-Pokok Materi Statistik (Jakarta:Bumi Aksara,1998),hlm.3

[3] J.Supranto, op cit, hal 2

[4] Raymond Mcleod,Jr, Sistem Informasi Manajemen (Jakarta: PT Indeks, 2004), hlm.135

[5] Trend merupakan gambaran tentang peningkatan atau penurunan (fluktuasi) suatu kegiatan                atau  peristiwa

[6] J. Supranto, op cit, hlm. 8

Posted in: Statistik